Showing posts with label KUMPULAN PUISIKU. Show all posts
Showing posts with label KUMPULAN PUISIKU. Show all posts

Sunday, March 26, 2017

Lukisan Rasa


Langit biru nan beku...
Berselimut kabut kelabu...
Malam ini aku ingin di pelukmu..
Mengumbar rasaku padamu...

Bahwa tak satu hati pun mengerti...
Bahwa jiwaku tlah mati suri...
Dan mimpi tlah berganti sunyi...
Anganku harus kucabut kembali...

Laguku bersajak kesepian...
Musikku berirama kesunyian...
Senandungku bernada kesedihan...
Tarianku melukiskan kepedihan...

Apa kau tahu seperti apa takdirku??
Sejak bila aku terdera pilu??
Sampai kapan akan berlalu??
Bisikkanlah jika kau tahu...

Dan aku tak kan lagi menimbang rasa...
Akan kujalani masa demi masa...
Meskipun tiada yang tersisa..
Selain ridho Yang Kuasa...

Tuesday, February 14, 2017

KISAH BARU




Apa kabarmu malam sepi sahabatku?

Bolehlah kutitipkan satu helaan nafasku ini

Untuk dia yang di sana

Yang tertawa manja menyambut gurauku

Melentingkan sebuah rasa di hatiku ini

Untuk sejenak lupa tentang luka yang masih menganga


Sssst, jangan kau usik tidurnya

Biar saja dia menari di alam mimpi

Barangkali aku mampu menembus lorong waktu

Ingin aku membelai angannya

Melantunkkan deretan bait puisi

Menyentuh setiap rasa di hatinya tanpa ragu


Ah, mungkin terlalu dini untuk aku berpuisi

Tapi rasaku senantiasa mendendangkan rindu

Mengusik hening malamku dengan bayangnya

Seolah aku telah jauh terbuai mimpi

Dan terlupa bahwa sudut hatiku masih membeku

Kuharap sebuah kisah baru akan terukir dengannya


Menggantikan lembaran kisah usang

Yang menyisakan pilu dalam kenangan

Salahkah jika aku terbuai dalam hayalan

Menciptakan butir-butir harapan

Dalam sepenggal doa kepada Sang Pemilik Zaman

Agar kisahku segera berganti halaman



~djeng Nawang~

14022017

Sunday, December 11, 2016

TERBISU


Seribu kata yang harus kupendam..

Tak seorangpun mau mendengar..

Tidak pula kamu..


Mimpi yang terpaksa ku urungkan..

Aku takut mimpiku berlebihan..

Kupendam saja dalam kebisuan..


Menyesaki dadaku..

Perih yang bertumpuk dan membatu..


Akan tiba saat semua akan menjadi kenangan..

Menguap di balik awan..


Dan bila masa itu tiba..

Aku ingin kamu pahami satu hal saja..

Padamu aku ingin bercerita 

Dan menumpahkan rasa...


Semoga tidak terlambat bagimu..

Untuk memahami rasaku..

Semoga tidak berakhir dalam sesalku dan sesalmu..


Jika rasa kita memanglah sama..


~djeng nawang~

Tuesday, December 6, 2016

CERITA SORE TADI




sore tadi,

sempat kutitipkan pesan...

pada serombongan merpati,

yang mengangkasa membelah awan..


kuingin mereka sampaikan padamu

bahwa secawan penawar rindu yang kau beri padaku

telah hampir habis tanpa sisa

kuteguknya setetes demi setetes saja


ah, aku masih saja dahaga

lalu harus bagaimana

segarnya embun tak mampu samainya

manisnya nektar tak jua seberapa


sayang, tak perlu isi lagi cawan itu

biar saja kosong tak mengapa

karena aku hanya butuh hadirmu

menari kita songsong bahagia



~ DJENG NAWANG ~

Saturday, February 8, 2014

SANDARAN HATI



Djeng Nawang


Andai sejenak kau sadari...


Lelah hatiku menanti sepucuk rindu di ujung kalbu...


Tak jua kumengerti kebodohan ini...


Hingga detik ini aku masih bercumbu dengan bayangmu...


Lirikan hati demi hati tak mampu dekatiku...


Keangkuhanku setara himalaya...


Kokoh, sunyi, sepi, beku, membatu...

Tuesday, November 26, 2013

BIAR TERHENTI


Yang kurindukan tak jua datang

Yang kunanti tak jua kembali

Padahal ombak telah berhamburan

Dan pasir telah lelah berdesir

Dentang irama kala petang

Merajam hening kesunyian

Bisik berisik sang jangkrik

Meledekku penuh ejek

Ingin kubunuh malam

Biar terhenti sampai disini

Dan tak berganti menjadi pagi

Cukup sampai disini

Wednesday, November 13, 2013

GORESAN CERITA BODOH

Remuk...
Seringaimu penuh amuk
Berharap aku terketuk
Dengan derai yang kau peluk

Membabi buta
Hantam siapa saja
Kau tumpahkan segala rasa
Kau tunjukkan semua kuasa

Kekesalan
Kepedihan
Kekecewaan
Kebodohan

Begitu saja...
Dan tanpa berdosa
Kembali kau tarik dia
Dari comberan yang hina


Kau elus dan kau sanjung
Bak dara yang terkurung
Setelah kau buang seperti puntung
Tak tahu diuntung...

Robeklah satu halaman ini
Tenggelamkan dalam api
Tak ingin lagi kubaca
Dalam pilu ataupun tawa

Putus tali putus jiwa
Sesal tak pernah punya makna
Bersoraklah engkau dalam sunyi
Aku berjalan menuju pelangi...

Friday, October 25, 2013

KALA PETANG BERGANTI SIANG



Petangku telah berlalu...

Mentari telah tersenyum menyambutku...

Tak perlu lagi kuingat mimpi buruk semalam...

Biar saja menguap bersama kelam...


Burung pipit pun riang berdendang...

Angin sepoi menerobos dinding hati...

Coba beritahukan...

Bahwa aku tak pernah sendiri...


Perlahan nanti..

Hariku kan beranjak siang...

Dan semua hal akan terganti...

Karena petang tak pernah mendahului siang...


_djeng nawang

MOZAIK KEHIDUPAN




Angin menyapaku getir

Membelai setiap jengkal hati yang tersayat

Mencoba singkirkan perih yang mengalir

Mengajakku bernyanyi dalam pekat



Terhenyakku berkaca

Wajah ini tak lagi belia

Kuingat masaku belum seberapa

Ada apa ???




Kucoba tersenyum tak tampak indah

Kucoba tertawa tak mampu bibir terbuka

Kucoba teriak tak terdengar desah

Haha... apa aku tlah lupa caranya??




Tuhan,biarkanlah semua berlalu

Waktu adalah milikMu

Hidup pun adalah kuasaMu

Biar kunikmati dengan caraku

SEKALI SAJA



Tuhanku ijinkan aku jatuh cinta lagi

Sekali lagi saja tuk seumur hidupku

Cinta yang mampu membawaku dekat kepadaMu

Seperti yang pernah kurasakan dulu

Saat aku menatapnya dengan penuh asa

Namun terlepas tanpa mampu ku berkata


Ampunilah aku dengan segala kasihMu

Yang tak mampu mensyukuri nikmatMu

Masih selalu saja memohon padaMu

Karena Kau Yang Maha Pemurah

Berilah aku lagi Yang Maha Kasih

Ingin kutatap lagi cerahnya mentari


Lepaskan penat yang menggayuti hati

Seperti angin dan ombak yang berlari

Kan kuhirup sejuknya embun pagi

Menari bersama pohon dan rerumputan

Menyambut cintaku yang lama terhempas

Semerdu bayu yang mendayu


Pilihlah dia untukku

Yang Kau percaya mampu menjaga hatiku

Mampu mengemban amanat cinta dari Mu

Utus dia untuk untukku

Biar kujalin cinta atas namaMu

Takkan ku meragu lagi di sisa senjaku....


Oleh : DJENG NAWANG

GETIRKAH





Mengapa kau tak menunduk...

Saat wajah ini berpaling darimu,,,

Mengapa kau tersenyum...

Saat tangan ini melukis kepedihan di hatimu,,,

Mengapa kau tertawa...

Saat bibir ini mendendangkan sajak dusta padamu,,

Mengapa kau raih jemariku,,

Yang telah menyayat luka di setiap langkahmu,,,

Mengapa kau tetap tegar di hadapanku,,

Bagaimana rasa menelan kegetiran itu,,


Aku bahkan tak mampu bayangkan itu,,


~DJENG NAWANG~

JIKA BUKAN AKU



DJENG NAWANG





Jika aku bukan cintamu, mengapa kau petik mawar pagi itu...

Jika aku bukan cintamu, mengapa kau merayu siang itu...

Jika aku bukan cintamu, mengapa kau tulis sajak sore itu...

Jika aku bukan cintamu, mengapa kau bersenandung malam itu...

Lalu siapa...

Diakah, yang selalu menepikanmu dalam hingar bingar romantika?

Diakah, yang selalu menyeretmu dalam kesenangan yang hampa?

Diakah, yang tak memberimu makna apa-apa???

Lantas, mengapa aku tak pantas...

Jika disampingku engkau merasa bebas...

Jika bersamaku engkau tertawa lepas...

Jika dipangkuanku engkau tertidur pulas dan bermimpi tanpa batas...

Akulah cintamu,

Warna dalam hidupmu...

Mimpi dalam lelapmu...

Syair dalam lagumu...

Senandung dalam langkahmu...

Mengapa kau lepaskan aku... 

Terhempas merana dalam rindu...

Jika tak di dunia ini kita bersatu, 

Adakah dunia lain di lorong waktu?

Atau hanya kan meratap dalam rindu yang membatu..